8 oktober 2012
ANATOMI & FISIOLOGI PERNAFASAN
Sistem pernafasan terdiri dari
komponen berupa saluran pernafasan yang dimulai dari hidung, pharing, laring,
trachea, bronchus, broncheolus dan alveolus. Saluran pernafasan bagian atas
dimulai dari hidung sampai trachea dan bagian bawah dari bronchus sampai
alveolus.
Gambar Saluran Pernafasan
Fungsi utama sistem pernafasan adalah :
-
Menyediakan oksigen untuk metabolisme jaringan tubuh
-
Mengeluarkan karbondioksida sebagai sisa metabolisme
jaringan
Fungsi tambahan sistem pernafasan adalah :
-
Mempertahankan keseimbangan asam basa dalam tubuh
-
Menghasilkan suara
-
Memfasilitasi rasa kecap
-
Mempertahankan kadar cairan tubuh
-
Mempertahankan keseimbangan panas tubuh
Tercapainya fungsi utama sistem pernafasan didasarkan pada
keempat proses berikut :
-
Ventilasi : keluar masuknya udara pernafasan
-
Difusi : pertukaran gas di paru-paru
-
Transportasi : pengangkutan gas melalui sirkulasi
-
Perfusi : pertukaran gas di jaringan
Kondisi yang mendukung keempat proses diatas adalah :
-
Tekanan oksigen/udara atmosfir harus cukup
-
Kondisi jalan nafas dalam keadaan normal
-
Kondisi otot pernafasan dan tulang iga harus baik
-
Ekspansi dan recoil paru
-
Fungsi sirkulasi ( jantung )
-
Kondisi pusat pernafasan
-
Hemoglobin sebagai pengikat O2
Berikut ini dijelaskan lebih rinci mengenai bagian bagian
tersebut diatas :
HIDUNG
Merupakan saluran pernafasan teratas. Ditempat ini udara
pernafasan mengalami proses yaitu :
1. Penyaringan
( filtrasi )
Partikel-partikel yang ada dalam
udara pernafasan akan disaring khususnya partikel-partikel yang berdiameter >
2 mm.
Cilia berperan sebagai filter.
2. Penghangatan
Kapiler pembuluh darah yang ada di lapisan mukosa hidung
berperan sebagai penghangat. Udara pernafasan yang dingin akan dihangatkan.
3. Pelembaban
( humidifikasi )
Udara pernafasan yang kering akan dilembabkan oleh lapisan
mukosa hidung sehingga tidak mengiritasi saluran pernafasan.
Sepertiga bagian atas hidung terdiri dari tulang dan dua
pertiga bagian bawahnya adalah kartilago yang terdiri dari dua bagian. Bagian
tengah dipisahkan oleh septum. Septum dan dinding dalam rongga hidung dilapisi
oleh membran mukosa. Bagian depan hidung yang terbuka keluar dilapisi oleh
kulit dan folikel rambut. Bagian belakang hidung berhubungan dengan pharing
disebut nasopharing.
PHARING
Pharing atau tenggorokan berada dibelakang mulut dan rongga
nasal dibagi dalam tiga bagian yaitu nasofaring, oropharing dan laringopharing.
Pharing merupakan saluran penghubung ke saluran pernafasan dan saluran
pencernaan. Normalnya bila makanan masuk melalui oropharing, epiglotis akan
menutup secara otomatis sehingga aspirasi tidak terjadi. Tonsil merupakan
pertahanan tubuh terhadap benda-benda asing ( organisme ) yang masuk ke hidung
dan pharing.
LARING
Laring berada diatas trachea, dibawah pharing. Sering kali
orang menyebut laring sebagai kotak suara karena udara yang melewati daerah ini
akan membentuk bunyi ( suara ).
TRACHEA
Terletak di bagian depan esophagus, dari mulai bagian bawah
cricoid kartilago laring dan berakhir setinggi vertebra thorakal 4 atau 5.
Trachea bercabang menjadi bronchus kanan dan kiri. Tempat percabangannya
disebut karina yang terdiri dari 6 – 10 cincin kartilago.
BRONCHUS
Bronchus primer dimulai dari karina. Bronchus kanan lebih
gemuk dan pendek serta lebih vertikal dibandingkan dengan bronchus kiri.
Bronchus primer dibagi kedalam lima bronchus sekunder ( lobus ) masing-masing
lobus dikelilingi oleh jaringan penyambung, pembuluh darah saraf, pembuluh
limfatik. Bronchus dilapisi oleh cilia yang berfungsi menangkap partikel-partikel
dan mendorong sekret ke atas untuk
selanjutnya dikeluarkan melalui batuk atau ditelan.
BRONCHIOLUS
Merupakan cabang dari bronchus sekunder yang dibagi kedalam
saluran-saluran kecil yaitu bronchiolus terminal dan bronchiolus respirasi.
Kedua bronchiolus ini mempunyai diameter < 1 mm. Bronchiolus
terminalis dilapisi cilia, tidak terjadi difusi di tempat ini. Sebagian kecil
difusi terjadi pada bronchiolus respirasi.
ALVEOLUS
Duktus alveolus menyerupai buah anggur dan merupakan cabang
dari bronchiolus respiratori. Sakus alveolus mengandung alveolus yang merupakan
unit fungsional paru sebagai tempat pertukaran gas. Diperkirakan paru-paru
mengandung + 300 juta alveolus (
luas permukaan + 100 m2 ) yang dikelilingi oleh kapiler
darah.
Dinding alveolus
menghasilkan surfaktan ( terbuat dari lesitin ) sejenis fosfolipid yang sangat
penting dalam mempertahankan ekspansi dan recoil paru. Surfaktan ini berfungsi
menurunkan tegangan permukaan dinding alveoli. Tanpa surfaktan yang adekuat
maka alveolus akan mengalami kolaps.
PARU-PARU
Paru merupakan jaringan elastis yang dibungkus ( dilapisi )
oleh pleura. Pleura terdiri dari pleura viseral yang langsung membungkus /
melapisi paru dan pleura parietal pada bagian luarnya. Pleura menghasilkan
cairan jernih ( serosa ) yang berfungsi sebagai lubrikasi. Banyaknya cairan ini
lebih kurang 10 – 15 cc. Lubrikasi dimaksudkan untuk mencegah iritasi selama
respirasi.
Peredaran darah ke paru-paru melalui dua pembuluh darah
yaitu :
1. Arteri
pulmonaris yang bercabang-cabang menjadi arteriol venula yang akan membentuk
jalinan kapiler.
2. Arteri
bronchialis yang merupakan percabangan dari aorta torakal. Arteri ini akan
mensuplai darah untuk kebutuhan metabolisme paru.
Komentar
Posting Komentar